D3 Manajemen Informatika

Jika kamu ingin bahagia selamanya bantulah orang lain.

Kegiatan - kegiatan dalam organisasi yang masuk dalam ruang lingkup Organisasi dan Metode PT. Telkom







Klasifikasi kegiatan – kegiatan dalam organisasi dan metode :

Tata Cara Kerja, Prosedur kerja dan Sisem kerja  PT. Telkom

Pengembangan kompetensi SDM
Sesuai kerangka kerja GCG yang kami rumuskan, kompetensi dan kemampuan SDM merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan Perusahaan untuk dapat mewujudkan praktek GCG. Sebaik apapun kebijakan dan proses yang telah dirancang tidak akan membuahkan hasil maksimal jika manusia yang menjalankan aktivitas tersebut tidak cukup profesional.

TELKOM mengelola SDM berbasis kompetensi (human capital based). Dalam implementasinya selaras dengan transformasi TIME yang berlangsung pada tahun 2010, kebijakan dan master plan SDM senantiasa disesuaikan agar pengelolaan SDM selaras dengan pengelolaan bisnis. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:
Mengevaluasi dan merevisi direktori kompetensi sesuai portofolio bisnis TIME;
Menyesuaikan tingkat kemampuan dari setiap kompetensi selaras dengan transformasi organisasi;
Melaksanakan kompetensi penilaian;
Mengembangkan kebijakan dan proses SDM sesuai portofolio bisnis TIME terkait dengan perencanaan SDM; dan, perekrutan dan seleksi, pengukuran kinerja SDM, remunerasi, pengembangan kompetensi, pengembangan karir dan program pensiun.

Pengelolaan Pengetahuan Pengelolaan Pengetahuan (Knowl edge Management) yang kami terapkan sejak tahun 2004, yang kemudian didukung dengan kebijakan Perusahaan Nomor KD.27/PS100/COPF0033000/2007 tanggal 22 Mei 2007 tentang Knowledge Management (KM) TELKOM, bertujuan untuk meningkatkan kinerja Perusahaan. Hal ini mengingat kompetisi yang terjadi pada industry informasi dan telekomunikasi lebih mengarah kepada pengelolaan sumber daya manusia secara optimal melalui penggalian potensi kreativitas dan inovasi perorangan, kelompok, unit dan organisasi.

Saat ini, seluruh karyawan memperoleh kesempatan yang luas untuk menyampaikan ide, pengalaman, pengetahuan dan pembelajaran dalam bentuk tulisan yang dikelola Perusahaan dalam system pengelolaan pengetahuan yang kami sebut KAMPIUN. Setiap karyawan dapat berbagi pengetahuan dengan koleganya dengan cara mengunggah atau mengunduh melalui sistem, dimana dengan cara tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas beranekaragam permasalahan pekerjaan. KAMPIUN juga merupakan bank data (repository) pengetahuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan karyawan yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan produktivitas dan kualitas pekerjaan.  Dapat kami katakan bahwa kami adalah pelopor atas aplikasi pengelolaan pengetahuan di Indonesia dan kami berusaha untuk terus meningkatkan penggunaan aplikasi tersebut.

Sejak pencanangan “Transforming to be Knowledge Enterprise Model” oleh Direktur Utama pada tahun 2008, secara terintegrasi penerapan pengetahuan telah mendukung eksekusi proses bisnis di setiap lini organisasi. Hasilnya TELKOM memperoleh penghargaan sebagai pemenang dalam Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) tingkat nasional dan menjadi finalis di tingkat regional Asia.
Mengacu pada kerangka kerja pengetahuan dalam perusahaan yang digagas TELEOS dalam Most Admired Knowledge Enterprise, TELKOM kemudian memperkokoh manajemen pengetahuan dengan lebih bertumpu pada kekuatan kepemimpinan dan budaya Perusahaan. Penguatan kepemimpinan dan budaya dimaksud meliputi beberapa area yaitu budaya inovasi, modal intelektual, berbagi pengetahuan, pembelajaran organisasi dan pengetahuan pelanggan.


Dalam kerangka kerja MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise), peran pemimpin senior dalam mendukung pencapaian kinerja Perusahaan sangat penting, yaitu dengan menciptakan iklim dan budaya berbagi pengetahuan yang kolaboratif dan kondusif dalam upaya pencapaian pertumbuhan bisnis yang kesinambungan.

Pada tahun 2010, TELKOM tengah mengembangkan Corporate University yaitu institusi pendidikan yang dirancang untuk membantu Perusahaan mencapai visi dan misi melalui pengelolaan manajemen pengetahuan dengan metode pembelajaran yang lebih fokus dalam mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan kompetensi karyawan.  Disamping itu, kami juga melakukan penyempurnaan atau peningkatan atas kualitas portal internal sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan yang terkait dengan seluruh kegiatan Perusahaan meliputi: aktivitas Perusahaan, kebijakan, program kerja dan laporan terkini Perusahaan yang diperbaharui secara real time dan secara online dapat diakses oleh seluruh karyawan.

Perlindungan Konsumen Sejalan dengan misi kami untuk memberikan layanan yang terbaik, nyaman, produk berkualitas dan harga yang bersaing, kami perlu menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari komunikasi yang lancar dan proaktif berperan penting bagi kelangsungan bisnis Perusahaan di samping memastikan kualitas yang sesuai dengan standar.

Dalam rangka memastikan pemenuhan standar layanan purna jual, TELKOM berkomitmen untuk menerapkan kompensasi yang adil melalui pemberlakuan SLG (“Service Level Guarantee”, Garansi Purna Jual). Komitmen kami ini dikukuhkan dalam KD DIRJASA No.C.tel.1758/YN000/JAS-53/04 tahun 2004 dan KD ND.C000 No.C.Tel.18/4N000/KNS-24/06 tahun 2006. Terkait perlindungan konsumen dan calon pelanggan, TELKOM memberikan jaminan layanan melalui berbagai upaya, antara lain:

·         Menjamin kualitas dan keamanan produk dan layanan dengan memastikan kesesuaian proses pengambilan keputusan dalam peluncuran produk dan layanan terhadap standar pengembangan produk dan layanan (STARPRO) dan analisis 8 IC (Internal Capabilities) yang dilakukan sebelum produk dan layanan tersebut diluncurkan kepada pelanggan dan masyarakat;

·         Memegang prinsip untuk memastikan produk dan layanan yang dihasilkan bernilai tinggi dan mampu menciptakan manfaat yang sebesar-besarnya serta mendorong perekonomian;

·         Selalu menjaga kode etik dalam penjualan produk (penjualan langsung) dan promosi;

·         Menerapkan praktik periklanan yang beretika dengan mempertimbangkan peraturan pada kode etik periklanan di Indonesia;

·         Memastikan bahwa produk dan layanan purna jual dapat secara mudah tersedia bagi publik;

·         Mendukung penerapan prinsip-prinsip dan praktek persaingan yang sehat; dan

·         Selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan.


Manajemen Kelangsungan Usaha
Manajemen kelangsungan usaha merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mengelola risiko  di Perusahaan. Dalam menjamin kelangsungan usaha, TELKOM menyusun sistem perencanaan pemulihan bencana untuk memastikan tetap terpeliharanya bisnis dan operasional bahkan di saat terjadi bencana. Menyikapi dan mengantisipasi bencana alam yang sering terjadi.

Pada tahun 2010 kami menata ulang dan menyempurnakan tim penanggulangan bencana (crisis management team) yang memiliki tugas utama adalah mengamankan aset Perusahaan sekaligus menjamin kelangsungan bisnis dan operasional. Penataan tim berikut prosedur penanggulangan bencana dilakukan mengingat terjadi perubahan organisasi sehingga komando dan pengelolaan tugas harus disesuaikan kembali di tingkat lokal, regional dan nasional. Tahun 2010 juga telah dilakukan penilaian implementasi manajemen kelangsungan bisnis pada Divisi TELKOMFlexi, Divisi Infratel serta telah dilakukan simulasi evakuasi.

Menjamin kelangsungan pendapatan Revenue Assurance
Menjamin kelangsungan pendapatan Perusahaan merupakan salah satu perhatian utama Perusahaan. TELKOM senantiasa memastikan tidak terjadi kebocoran pendapatan melalui penyediaan, pengembangan dan pengendalian secara kesisteman proses revenue assurance. Dalam bisnis kami, terdapat beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang mengancam kelangsungan pendapatan melalui kebocoran yang dapat terjadi sejak awal transaksi sampai dengan pendapatan tercatat. Melalui kebijakan internal KD.08/2009 Perusahaan mengelola kelangsungan pendapatan untuk meminimalkan risiko kebocoran pendapatan dengan mengelola kelompok pendapatan dari berbagai sektor, termasuk pengembangan produk, pre-sales/sales, peraturan yang mengikat, jaringan, perantara, peringkat tagihan, penagihan dan penerapan akuntansi yang benar.

Tahun 2010 fokus perhatian kami ditujukan pada pemantauan dan pemeriksaan terhadap potensi kebocoran dan kecurangan khususnya kecurangan terkait dengan layanan dan pendapatan Sambungan Langsung Internasional (SLI). Dengan menggunakan tools aplikasi FRAMES potensi kecurangan tersebut berhasil diidentifikasi dan diantisipasi.

Pengelolaan kecurangan Mendukung jaminan kelangsungan pendapatan (revenue assurance) dan secara umum menjamin kelangsungan usaha, Perusahaan mengelola pencegahan kecurangan sesuai kebijakan Perusahaan yang terbarukan yaitu KD.43/2008 dan pedoman penilaian risiko kecurangan yaitu KR.03/2007 dan merupakan kelengkapan dari kebijakan Perusahaan terkait dengan Etika Bisnis, GCG, Gratifikasi, BOD charter, pakta integritas dan kebijakan whistleblower.

Untuk memberikan jaminan pelaksanaan bilamana terjadi kecurangan maka kami menyusun kebijakan Perusahaan KD 41/2008 tentang peraturan disiplin dan KD 22/2008 tentang pedoman penindakan sebagai acuan pengambilan keputusan oleh Komite Investigasi. Tahun 2010, khususnya terkait dengan upaya menghindari risiko penyimpangan keuangan, maka secara berkelanjutan kami melakukan penilaian risiko kecurangan atas perancangan proses bisnis yang berkaitan dengan pengendalian internal atas pelaporan keuangan (SOA 404).
Sistem Pengelolaan Kinerja
Dalam mewujudkan komitmen penerapan tata kelola perusahaan yang baik khususnya penerapan prinsip akuntabilitas, TELKOM mengelola pertanggungjawaban kinerja karyawan dalam sebuah Sistem Manajemen Performansi Karyawan sesuai yang diatur pada kebijakan Perusahaan KD.66/2006. Sesuai dengan maksud dan tujuan kebijakan ini, maka azas obyektif adil dan transparan diterapkan mengacu pada pedoman pengukuran dan penilaian kinerja yang bertanggung jawab dalam mekanisme kontrak manajemen, penetapan indikator kinerja sesuai ruang lingkup tugas dan peran unit dan individu di organisasi dan penetapan target yang disepakati mengacu pada target kinerja Perusahaan yang telah ditetapkan dalam rencana Perusahaan.

Target kinerja disusun berdasarkan rencana Perusahaan dan diturunkan secara berjenjang ditingkat unit, sub unit sampai dengan karyawan dengan memperhatikan prinsip Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time Related (SMART), sedangkan evaluasinya dilakukan secara berkala (harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan) sesuai indikator kinerja yang diukur dalam mekanisme penelaahan manajemen, yang didukung beberapa aplikasi secara online.

Penerapan kontrak manajemen ditetapkan dengan basis balanced scorecard yang digunakan untuk menilai pertanggungjawaban kinerja Direksi, pemimpin tertinggi, pemimpin senior/unit dan karyawan dan selanjutnya menjadi acuan penetapan remunerasi, evaluasi kontrak manajemen dilakukan setiap triwulan yang pencapaiannya diukur melalui aplikasi pedoman kinerja.

Pada tahun 2011 sistem ini tetap dipertahankan dan terus disempurnakan kualitasnya dari waktu ke waktu.
Pengendalian dan Prosedur
Pengendalian dan Prosedur Pengungkapan Di bawah pengawasan dan peran serta manajemen Perusahaan, termasuk Direktur Utama dan Direktur Keuangan, manajemen melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengendalian dan prosedur pengungkapan Perusahaan sebagaimana dipersyaratkan dalam Rules 13a-15(e) dan 15d-15(e) Securities Exchange Act tahun 1934 (selanjutnya disebut ìExchangeActî), pada tanggal 31 Desember 2010. Berdasarkan evaluasi ini, Direktur Utama dan Direktur Keuangan Perusahaan menyimpulkan bahwa, pada tanggal 31 Desember 2010, pengendalian dan prosedur pengungkapan Perusahaan adalah efektif. Pengendalian dan prosedur pengungkapan Perusahaan termasuk, tanpa dibatasi, pengendalian dan prosedur yang dirancang untuk memastikan bahwa informasi yang dipersyaratkan untuk diungkapkan di dalam laporan yang disampaikan atau diajukan berdasarkan Exchange Act telah dicatat, diproses, dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan sesuai ketentuan dan format SEC, dan bahwa informasi tersebut dikumpulkan dan disampaikan kepada manajemen Perusahaan, termasuk Direktur Utama dan Direktur Keuangan, sebagaimana layaknya, untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat waktu atas pengungkapan yang dipersyaratkan.

Laporan Tahunan Manajemen Mengenai Pengendalian Internal Atas Pelaporan Keuangan Manajemen Perusahaan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian internal atas pelaporan keuangan secara memadai, sebagaimana didefinisikan dalam Exchange Act Rules 13a-15(f) dan 15d-15(f). Pengendalian internal atas pelaporan keuangan adalah suatu proses yang dirancang oleh, atau di bawah pengawasan Direktur Utama dan Direktur Keuangan, dan dilakukan oleh dewan direksi, manajemen, dan personil lainnya untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai keandalan pelaporan keuangan dan penyusunan laporan keuangan Konsolidasian untuk keperluan eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan termasuk kebijakan dan prosedur yang: (1) berkaitan dengan pengelolaan pencatatan secara rinci, akurat, dan wajar yang mencerminkan transaksi dan pelepasan aset perusahaan; (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa transaksi dicatat secara semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan bahwa pendapatan dan biaya perusahaan diterima dan dikeluarkan hanya berdasarkan kewenangan manajemen dan direksi perusahaan; dan (3) memberikan keyakinan yang memadai mengenai pencegahan atau deteksi secara tepat waktu dalam hal perolehan, penggunaan atau pelepasan aset perusahaan yang tidak sah yang dapat memberikan dampak material terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian.

Karena keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya, pengendalian internal atas pelaporan keuangan mungkin tidak dapat mencegah atau mendeteksi terjadinya salah saji. Di samping itu, proyeksi atas evaluasi efektivitas pada masa mendatang mengandung risiko bahwa pengendalian mungkin menjadi tidak memadai karena perubahan kondisi, atau karena tingkat kepatuhan terhadap kebijakan atau prosedur mungkin menurun. Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian atas efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010.

Dalam melakukan penilaian ini , Manajemen menggunakan kriteria dalam Internal Control Integrated Framework yang di terbitkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission (COSO). Berdasarkan hasil penilaian ini, manajemen menyimpulkan bahwa pada tanggal 31 Desember 2010, pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan telah efektif.

Laporan Atestasi Kantor Akuntan Publik Efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan, kantor akuntan publik independen dan terdaftar sebagaimana dinyatakan dalam laporan mereka pada halaman F3 dan F4.

Perubahan pada Pengendalian Internal Atas Pelaporan Keuangan Tidak ada perubahan signifikan terhadap pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan selama tahun buku terakhir yang dapat mempengaruhi secara material atau berpotensi mempengaruhi secara material pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan atas proses pengendalian internal, menelaah secara terperinci serta memantau prosedur dan pengendalian atas pelaporan keuangan untuk menjamin kepatuhan terhadap persyaratan fakta Sarbanes-Oxley dan peraturan terkait yang dikeluarkan oleh SEC. Perusahaan akan mencurahkan segenap sumber daya untuk meningkatkan pengendalian internal atas pelaporan keuangan secara berkesinambungan.
Penerapan Pakta Integritas Melalui kebijakan Perusahaan KD.36/2009 TELKOM menerapkan Pakta Integritas sebagai penguatan kebijakan Perusahaan yang telah ada untuk mewujudkan praktek GCG di Perusahaan. Perancangan kebijakan Pakta Integritas lebih difokuskan pada upaya Perusahaan mencegah tindakan memperkaya diri atau pihak lain yang merugikan keuangan Perusahaan. Meskipun dalam pelaksanaannya Perusahaan telah menerapkan praktek GCG, namun masih dipandang perlu untuk memberikan atensi khusus pada area-area tertentu yang dapat mencegah potensi kerugian keuangan Perusahaan. Beberapa area yang telah diterapkan dan diperkuat kembali meliputi: code of integrity, etika bisnis, menghindari benturan kepentingan/konflik kepentingan, larangan melakukan gratifikasi, larangan melakukan transaksi oleh orang dalam (insider trading), menjaga kerahasiaan informasi, pencegahan atas tindakan memperkaya diri atau pihak lain yang merugikan keuangan Perusahaan pada area pengadaan dan kemitraan, integritas layanan dan integritas pelaporan keuangan Perusahaan.

Selama tahun 2010, beberapa aktivitas dilakukan untuk menguatkan praktek GCG terkait Pakta Integritas yaitu sosialisasi dengan unit pengelola pengadaan dan kemitraan dan integrasi code of integrity dengan etika bisnis serta sosialisasi melalui pengembangan survei etika bisnis tahun 2010 yang telah mengkomunikasikan prinsip dan pokok-pokok pikiran pakta integritas.
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Seiring perjalanan waktu kami berupaya untuk terus menerus meningkatkan kualitas praktek GCG dengan senantiasa memperbaiki struktur (organ) GCG dan proses GCG, serta memastikan terimplementasinya prinsip GCG yang terintegrasi dengan budaya The Telkom Way melalui peningkatan peran dan tanggung jawab baik di tingkatan Dewan Komisaris, Direksi, Senior Leaders maupun karyawan yang semakin baik dan efektif, juga berupaya untuk terus menerus meningkatkan kualitas tata kelola terutama berkaitan dengan proses komunikasi dan pengungkapan Perusahaan, pengukuran dan pertanggung jawaban kinerja, serta pengelolaan audit Perusahaan (baik audit internal maupun eksternal). Tekad kami untuk menjalankan GCG tertuang dalam kerangka kerja yang diatur sesuai kebijakan penerapan GCG yaitu Keputusan Direksi No.29 Tahun 2007. Dalam kerangka kerja tersebut terintegrasi beberapa system pengelolaan yang menjadi prasyarat atau bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penerapan GCG di Perusahaan, tidak lain adalah untuk menjamin dan memastikan
Kerangka Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
 
dicapainya penerapan GCG yang efektif sampai pada tingkat operasional yaitu dijalankannya transaksi internal maupun eksternal yang beretika dan sesuai dengan praktik tata kelola Perusahaan yang baik dan benar.

Adapun sistem pengelolaan yang kami maksud diatas meliputi empat pilar utama yang kami pandang sebagai pondasi bagi kokohnya penerapan GCG di Perusahaan meliputi:

Pelaksanaan etika bisnis yang didalamnya memuat tata nilai budaya Perusahaan yang setiap tahun dikomunikasikan dan disurvei pemahamannya kepada karyawan;
Pengelolaan kebijakan dan prosedur kerja yang efektif atau sesuai dengan tuntutan bisnis, sebagai pedoman pengelolaan Perusahaan dan menjadi panduan bekerja untuk karyawan;
Penerapan manajemen risiko secara terpadu berbasis COSO Enterprises Risk Management;
Pengawasan internal dan penerapan pengendalian internal berbasis COSO Internal Control utamanya pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
Disamping empat pilar utama diatas, maka kami mensyaratkan untuk menguatkan elemen-elemen organisasi lainnya yang kami pandang sangat penting perannya guna terwujudnya praktek nyata penerapan GCG baik ditingkat entitas maupun transaksional yaitu:
Kepemimpinan yang efektif dimana setiap individu pemimpin harus dapat menjadi panutan bagi karyawan dan lingkungan kerjanya;
Kejelasan tugas dan tanggung jawab bagi setiap unit kerja dan karyawan untuk memastikan akuntabilitas pekerjaan dan memastikan diterapkannya pemisahan tugas (”segregation of duty”) guna menghindari potensi kecurangan;
Pemberdayaan keahlian dan kompetensi SDM untuk memastikan setiap karyawan dan unit kerja memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas secara profesional;
Penerapan sistem pengelolaan kinerja organisasi, unit dan karyawan yang terintegrasi untuk memastikan pengukuran pencapaian kinerja/ tujuan Perusahaan dan akuntabilitas;
Penerapan sistem penghargaan individu, kelompok dan unit yang beragam, yaitu memberikan insentif bagi pelaksanaan kinerja/prestasi terbaik, yang diimbangi dengan penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi.
·        

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan GCG, kami senantiasa memperbaiki struktur maupun prosedur pelaksanaannya dan memastikan penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran di setiap lini Perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas, fungsi serta tanggung jawab baik di tingkatan Komisaris, Direksi, manajemen maupun karyawan TELKOM.

Secara internal, kebijakan tentang GCG tertuang dalam kerangka kerja yang diatur sesuai kebijakan penerapan GCG yaitu Keputusan Direksi No.29 Tahun 2007. Dalam kerangka kerja tersebut terintegrasi beberapa system pengelolaan yang menjadi prasyarat atau bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penerapan GCG di Perusahaan, tidak lain adalah untuk menjamin dan memastikan dicapainya penerapan GCG yang efektif sampai pada tingkat operasional yaitu dijalankannya transaksi internal maupun eksternal yang beretika dan sesuai dengan praktik tata kelola Perusahaan yang baik dan benar. Setiap tahun kami mengevaluasi efektifitas dari pelaksanaan kebijakan GCG. Evaluasi tersebut dilakukan secara independen dan menyeluruh untuk menjaga integritas dimata otoritas dan publik.

Struktur tata kelola Perusahaan terdiri atas:
·         Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
·         Dewan Komisaris;
·         Direksi;
·         Komite-komite di bawah Dewan Komisaris;
·         Komite-komite di bawah Direksi;
·         Sekretaris Perusahaan dan unit-unit kerja yang menjalankan fungsi sekretaris Perusahaan. 









Rangkuman materi LSP semester 1


            Assalamualaikum kawan, pada kesempatan kali ini gue akan posting tentang rangkuman materi lsp gua di gunadarma, biar sewaktu – waktu dibutuhin gua punya materinya. Soalnya kata pembimbing materi LSP dia bilang, semester akhir bakal ada ujiannya, jadi sebelum ujian kita ada 6 materi LSP, dimana satu materi untuk tiap semesternya. Materi pertama memang dilakukan dikelas tapi untuk materi selanjutnya kata pembimbingnya gua bakalan praktek di labnya langsung.
            Disini gua Cuma  mau posting point – point pentingnya ajasih, dimana ada 3 point penting yang gua pelajari di materi LSP pertama ini, yaitu :

1.  Kita disuruh menscan gambar tentang cerita timun mas, dimana total ada 10 scene dalam cerita    tersebut, tapi berhubung kita dikelas dan gak ada alat scan, kita disuruh foto menggunakan kamera hp masing – masing. Ini salah satu contoh gambarnya.


     
Ini Cuma salah satu contohnya ya. Jika sudah difoto langkah selanjutnya kita disuruh menggunakan aplikasi photoshop CS6 untuk memotong gambar per scenenya, kan ada 10 scene jadi.



kita potong total 10 gambar dan ditaruh dalam satu file, dengan nama layer sesuai scene yang kita potong. Misal layer satu kita namai scene1 shoot1 begitu seterusnya sampai 10 scene. Dibawah ini contoh gambarnya agar lebih paham.


2.  Jika sudah, langkah selanjutnya ialah membuat, suara dari film timun mas tersebut, dimana ada 4 orang yang berperan, yaitu : Narator,Mbok rondo, Raksasa dan Timun mas. Kita merekam suara sesuai scenario yang udah diberikan ama pembimbing LSP. Ekstensionnya harus .wav gaboleh .mp3 katanya gabakal kebaca entar saat kita mau gabungin gambar dan suaranya. Jika sudah selesai merekam kan ada tuh suara raksasa, gimana cara bikin suara raksasa, nah ada aplikasinya Namanya Adobe Audition 1,5. Kalo tukang jahit bisa ngecilin atau gedein celana, ini aplikasi sama Cuma bedanya ini buat ngedit suara, diamana kita bisa besarin atau ngecilin volume suara kita, atau ngerubah nada suaranya. Kerenkan ? nih gambar aplikasinya.


3.  Nah ini proses terakhir dari materi LSP ke1, kita akan menggabungkan gambar yang udah kita potong per scene dengan suara yang udah kita rekam. Nama aplikasinya ToonBoom version4. Disni ada dua tugas pertama kita disuruh nyimpen file pdfny, dimana setiap gambar ada penjelasan.

 Bagian dalam aplikasi ToonBoom version 6

apa yang diceritakan, yang kedua proses menggabungkan foto dan suara rekaman kita kemudian di export atau lebih jelasnya di save dengan extensi .wmp berikut gambar – gambarnya.





Kalo ada yang kurang jelas kalian bisa langsung komen aja ya disini, insyaallah saya jawab kok, yang jelas ini emang gak lengkap karena ini Cuma point pentingnya aja yang saya kasih, untuk sekedar mengingatkan gua juga jikalau lupa. Terima kasih udah baca postingan ini, semoga bermanfaat. Assalamaualaikum semuanye.

Latihan soal pengantar bisnis dan ekonomi

Latihan soal pengantar bisnis dan ekonomi


Assalamualaikum,pada post kali ini gue akan share latihan soal peng. Bisnis dan ekonomi. Ini mata kuliah yang masuk kategori ujian utama di gunadarma. Sebelumnya mohon maap nih ya jumlah soalnya gak banyak Cuma 20, kalau kurang  searching-sarching lagi aja ya di mbah iwu eh mbah google maksud gue, 5 soal pertama sengaja gak gue kasih jawabannya biarlu mikir dikit hehehe….

1.   Perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro adalah
a. bahasa dan istilah yang digunakan
b. waktu dan tempat kejadian
c. masalah yang dibahas dan keleluasaan lingkup
d  sarana dan prasarana
e. alat yang digunakan

2.   Berikut ini adalah variabel-variabel ekonomi makro, kecuali..
a.  Inflasi                                                 d. pertumbahan ekonomi
b.  nilai tukar                                           e. pengangguran
c.  harga satu komoditas tertentu

3.  Untuk mengatasi masalah pengangguran, kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah                                                                                                     
      a. meningkatkan investasi yang bersifat padat modal
      b. mekanisasi disektor industri
      c. melakukan proyek yang bersifat padat karya
      d. melakukan proyek yang bersifat padat modal
      e. memerger perusahaan-perusahaan milik negara

4.  Berikut ini merupakan masalah pokok ekonomi, Kecuali....
a. barang apa yang dibutuhkan masyarakat
b. bagaimana cara menghasilkan barang yang dibutuhkan masyarakat
c. untuk siapa barang yang telah dihasilkan
d. bagaimana biaya untuk memproduksi barang dapat ditekan
e. kapan barang itu akan digunakan

5.   Kebijakan yang digunakan pemerintah dalam menyusun APBN disebut dengan .
a.  Kebijakan fiscal
b.  Kebijakan moneter
c.  Kebijakan anggaran
d   Kebijakan pembangunan
e.  Kebijakan pemerintah

6. Negara manakah yang menerapkan sistem ekonomi terpusat?
a. Indonesia
b.Malaysia
c.Brunei Darussalam
d  Inggris
e. RRC
Jawaban : e. RRC
7. Sistem ekonomi yang kegiatan ekonominya dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasta, dan banyak dianut oleh negara berkembang adalah sistem ekonomi……
a. Sistem ekonomi pasar bebas
b   Sistem ekonomi terpusat
c.  Sistem ekonomi campuran
d.  Sistem ekonomi tradisional
e   Sistem ekonomi Islam
Jawaban : c. Sistem ekonomi campuran
8. Lingkar dalam perekonomian yang hanya terdiri atas dua pelaku yaitu rumah tangga konsumsi atau masyarakat dan rumah tangga produksi atau perusahaan merupakan……
a. Perekonomian satu sektor
b. Perekonomian dua sektor
c. Perekonomian tiga sektor
d. Perekonomian empat sektor
e. Perekonomian lima sektor
Jawaban : b. Perekonomian dua sector

9. Berikut merupakan ciri dari sistem ekonomi pasar bebas, kecuali…
  a.Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
b. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
c  Pemerintah tidak melakukan interpensi dalam pasar
d.Transaksi ekonomi terjadi di pasar dan ada campur tangan pemerintah
e.Peranan modal sangat vital
Jawaban : d. Transaksi ekonomi terjadi di pasar dan ada campur tangan pemerintah

10. Peran pemerintah pada perekonomian tiga sektor pada sistem ekonomi liberal adalah….
         a.  Minimal
        b. Maksimal
        c. Pasif
        d. Dominan
        e. Otoriter
 Jawaban : a. Minimal

11. Banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar dengan tingkat harga dan dalam periode tertentu disebut dengan ...
a. Teori Penawaran                              d. Teori Permintaan
b. Keseimbangan Pasar                       e. Permintaan
c. Penawaran
12. Apa yang dimaksud dengan ceteris paribus ...
a.    Hal-hal lain yang mempengaruhi besar jumlah permintaan atau penawaran dianggap tidak berubah atau konstan
b.    Hal-hal lain yang mempengaruhi besar jumlah permintaan atau penawaran dianggap berubah
c.    Hal-hal lain yang tidak mempengaruhi besarnya permintaan maupun penawaran
d.   Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun
e.    Angka yang menunjukkan tingkat kepekaan penawaran suatu  barang terhadap perubahan harga barang

13. Pada gambar nomor berapa yang menunjukkan elastisitas sempurna ...
a.    I                                                      d. IV
b.    II                                                    e. V
c.    II
14. Apa yang dimaksud dengan pembeli supermarjinal ...
a.    Pembeli yang daya belinya dibawah harga pasar
b.    Pembeli yang daya belinya sama dengan harga pasar
c.    Pembeli yang daya belinya diatas harga pasar
d.   Pembeli yang daya belinya di bawah rata-rata harga pasar
e.    Pembeli yang daya belinya di atas rata-rata harga pasar
15. Suatu alat atau konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan atau respon perubahan jumlah atau kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi adalah ...
a. Penawaran                                       d. Elastisitas Permintaan
b. Permintaan                                      e. Elastisitas Penawaran
c. Hukum Permintaan

16. Ciri-ciri utama pasar persaingan sempurna antara lain kecuali
       a. Harga barang dipasar ditentukan oleh interaksi keseluruhan penjual dan keseluruhan    pembeli
b. Kemudahan keluar masuknya produsen
c.  Pembeli mempunyai pengetahuan mengenai pasar
d.  Terdapat banyak produsen dan konsumen di pasar
e.  Produk yang dijual berbeda-beda
Jawaban : e. Produk yang dijual berbeda-beda

17. Salah satu kebaikan pasar persaingan sempurna adalah
a.    Membatasi pilihan konsumen
b.    Pasar persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
c.    Pasar persaingan sempurna ada kalanya menimbulkan biaya sosial
d.    Distribusi pendapatan tidak selalu merata
e.     Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Jawaban : b. Pasar persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi

18. Sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen disebut
a.       Pasar persaingan sempurna
b.      Pasar persaingan tidak sempurna
c.       Pasar Oligopoli
d.      Pasar Monopoli
e.       Pasar Monopolistis
Jawaban : a. Pasar persaingan sempurna
19. Total biaya variabel dibagi dengan total jumlah produksi atau biaya variabel per satuan output disebut
a. Biaya Marjinal (MC)
b. Biaya Tetap Rata-Rata (AFC)
c. Biaya Variabel Rata-Rata (AVC)
d. Biaya Rata-Rata (AC)
e. Biaya Total (TC)
Jawaban : c. Biaya Variabel Rata-Rata (AVC)

20. Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi tiap tingkat output disebut
a. Biaya Marjinal (MC)
b  Biaya Tetap Rata-Rata (AFC)
c.  Biaya Variabel Rata-Rata (AVC)
d. Biaya Rata-Rata (AC)
e.  Biaya Total (TC)
Jawaban : e. Biaya Total (TC)


Kalau jawaban gue ada yang salah bisa komen langsung ajaya, entar gua benerin. Tapi gua yakin bener kok jawabannya, oke sekian dan terima kasih udah berkunjung, gue mau kedepan dulu beli nasi goreng gila. Assalamualaikum

Baca juga :

Penulisan makalah yang benar

Format penulisan makalah yang benar Makalah yang bagus haruslah sesuai aturan yang sudah ditentukan. Aturan yang berlaku dalam karya t...